innovation in harmony
Training P3K dan Pemadam Kebakaran

PT. INDO ACIDATAMA, Tbk bekerjasama dengan PMI Karanganyar dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Karanganyar dalam menggelar Training Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan Training Penanggulangan Pemadam Kebakaran di perusahaan.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dari 20 – 22 September 2016, secara resmi dibuka oleh Bp. Sri Wibowo selaku Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Gedung Serba Guna Lantai 2 PT. INDO ACIDATAMA, Tbk. Bp. Sri Wibowo mengungkapkan bahwa pihaknya siap membantu untuk kegiatan pelatihan tersebut. Diharapkan melalui pelatihan tersebut dapat memahami tentang peraturan perundangan yang berlaku terkait K3, memahami dan mengaplikasikan K3. Salah satu tujuan  dari pelatihan dan rencana dari perusahaan adalah menuju pintu gerbang mendapat bendera emas K3 di Kota Karanganyar.

Perusahaan merupakan tempat dimana terdapat karyawan yang bekerja dan adanya bahaya kerja serta memiliki resiko untuk terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan tersebut bisa terjadi karena kondisi tempat kerja yang tidak aman ( Unsafe Condition) maupun karena kelalaian pekerja (Unsafe Action). Kecelakaan kerja yang terjadi tentu sangat merugikan perusahaan dan tenaga kerja. Oleh karena itu, sangat perlu adanya P3K dan Pemadam Kebakaran yang didukung oleh petugas yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tersebut. Pengetahuan dan keterampilan bagi petugas P3K dan Pemadam Kebakaran di perusahaan dirasa sangat penting sehingga dalam menangani kasus kecelakan kerja dapat dilakukan dengan baik.

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan di tempat kerja perlu dilakukan pertolongan pertama secara cepat dan tepat, hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Permenakertrans Nomor Per 03/Men/1982 Tentang Pelayanan Kesehatan Kerja dan Permenakertrans RI No. 15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di tempat kerja, mengatur tentang kewajiban Pengusaha untuk menyediakan petugas P3K di tempat kerja dan fasilitas P3K di tempat kerja.

Selain itu, berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No : KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja, Pengurus atau Pengusaha wajib mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran, pelatihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Kewajiban mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran ini adalah menyelenggarakan pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran secara berkala. Tujuan dari pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keahlian tentang teknik-teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran di tempat atau di lingkungan kerja (di dalam perusahaan). Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah mengaplikasikan teknik penanggulangan dan pemadaman kebakaran berdasarkan media pemadaman termasuk cara penggunaan selang hydrant. Penggunaan hydrant untuk memadamkan kebakaran membutuhkan keahlian khusus dari petugasnya. Peralatan yang digunakan pun lebih beragam. Secara garis besar, metode ini memanfaatkan tenaga air untuk memadamkan api yang menyala.

Manajemen Penanggulangan Bahaya Kebakaran adalah suatu sistem penataan dini dalam rangka mencegah dan mengendalikan bahaya kebakaran sehingga kerugian berupa meterial dan jiwa manusia dapat dicegah atau diminimalkan, yang diwujudkan baik berupa kebijakan dan prosedur yang dikeluarkan perusahaan, seperti inspeksi peralatan, pemberian pendidikan dan pelatihan bagi penghuni/pekerja, penyusunan rencana tindakan darurat kebakaran, maupun penyediaan sarana pemadam kebakaran. Oleh karena itu, perusahaan mengadakan pelatihan selama 3 hari dengan rincian pada hari pertama diisi materi P3K dan ada simulasi kecil di ruangan dengan trainer dari PMI Karanganyar. Pada hari kedua, materinya tentang Penanggulangan Kebakaran dan simulasi kecil memadamkan api menggunakan Hydrant dengan trainer dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi kota Karanganyar.  Hari ketiga berkonsep full simulasi dengan penggabungan materi P3K dari Penanggulangan Kebakaran menggunakan Hydrant.

Pelaksanaan pealtihan diikuti oleh 2 tim dari tim P3K sebanyak 30 orang dan Tim Tanggap Gawat Darurat sebanyak 55 orang. Kedua tim termasuk karyawan yang masuk dayshift dan shift dari perwakilan masing-masing departemen. Tujuan karyawan shift diikutsertakan agar setiap shift ada petugas-petugasnya sehingga apabila terjadi suatu kecelakaan kerja dapat segera ditangani dengan baik.

Materi pelatihan P3K meliputi dasar – dasar Pertolongan Pertama, Anatomi Fisiologi, Penilaian Penderita Bantuan Hidup Dasar & RJP, Perdarahan dan Syok Cedera Jaringan Lunak, Cedera Alat Gerak, Cedera Suhu, Kedaruratan Medis dan Pemindahan Penderita. Sedangkan untuk materi pelatihan Penanggulangan Kebakaran meliputi dasar – dasar K3 Kebakaran, Evakuasi dan Tanggap Darurat, Penanganan Tumpahan Bahan Kimia, Perkiraan Resiko Bahan Kimia, Pelatihan Penggunaan APAR dan Hydrant. Pemberian materi dimaksimalkan selama dua hari kemudian simulasi gabungan materi tersebut dilakukan dalam waktu yang bersamaan dengan skenario yang telah dirancang oleh tim panitia.

Di awal dan akhir pelaksanaan pelatihan tersebut diadakan pretest dan postest untuk mengetahui seberapa paham peserta menangkap materi yang diperoleh dan seberapa besar efektifnya pengadaan pelatihan tersebut. Bagi peserta yang lolos tes akan memperoleh sertifikat dari PMI Karanganyar dan Disnakertrans Karanganyar.

Pelatihan ini akan diagendakan secara rutin untuk refresh materi dan dilaksanakan simulasi skala besar di dalam perusahaan. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan karyawan bilamana mengalami peristiwa kebakaran, sehingga dapat mencegah kemungkinan kerugian yang lebih besar.