innovation in harmony
Product & Process
PRODUK AGRO

Dampak kekurangan Agen Hayati terhadap kesuburan tanah

Memberi pupuk hayati bersama dengan bahan organik atau kompos (in situ) merupakan kunci utama resolusi terhadap kesuburan tanah dan kesehatan manusia, sehingga langkah pengembangan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) dan keamanan pangan (food security) berdasarkan pada pengembalian kesuburan tanah wajib dilakukan 

Masa dimana produktifitas produksi pertanian khususnya tanaman pangan dengan hanya memberikan pupuk anorganik (pupuk kimia) yang berlebihan sudah saatnya untuk diakhiri. Hal ini disebabkan karena sejumlah penelitian yang dilakukan sudah sampai pada kesimpulan bahwa sebagian besar lahan pertanian kita dalam keadaan “sakit” atau rusak. Tanah pertanian yang “sakit” ditunjukkan dengan kandungan organik tanah yang rata-rata kurang dari 2%, padahal idealnya tanah yang subur kandungan organiknya minimal sebesar 5 %, selain kandungan organik yang rendah, tanah yang “sakit” secara phisik kondisinya keras dan padat sebagai akibat terjadinya efek negatif reaksi kimia pupuk anorganik (pupuk kimia) khususnya Urea dan ZA.

Bukti tanah yang “sakit” ini secara nyata dapat dilihat dari produktivitas tanaman yang tidak meningkat walaupun pemberian dosis pupuk anorganik (pupuk kimia) terus ditingkatkan secara signifikan. Dengan terus meningkatnya dosis pemberian pupuk anorganik (pupuk kimia) justru mengakibatkan tanah semakin rusak dan secara langsung mematikan agen-agen hayati yang ada ditanah.

 

 

 

 

Pentingnya Agen Hayati untuk mengembalikan kesuburan tanah
"Healthy Soil Microbes Healthy People"

Tanah menjadi rusak disebabkan karena selama lebih dari tiga dekade petani secara terus menerus hanya memberikan unsur KIMIA (pupuk kimia dan obat-obat anti hama) dan FISIKA ( olah tanah dan pengairan) saja, untuk menyeimbangkan lahan dibutuhkan juga unsur BIOLOGI (agen hayati sebagai Pembenah Tanah, Pupuk Hayati dan Pupuk Organik).

Dengan adanya aktivitas agen-agen hayati yang diberikan dalam jumlah cukup menyebabkan proses peruraian garam-garam mineral dan hara makro yang diberikan (N, P, dan K) menjadi lebih mudah diserap oleh tanaman dan tidak menimbulkan efek pemadatan tanah.

 

 

Hanya dengan melakukan pengomposan insitu sisa singgang jerami menggunakan Decomposer plus (Penyubur Tanah) dan Pupuk Hayati yang berkualitas saja yang dapat mengembalikan kesuburan tanah pertanian. Penggunaan pupuk kimia yang dikombinasikan dengan Decomposer plus (Penyubur Tanah) dan Pupuk Hayati yang akan meningkatkan efisiensi penyerapan pupuk kimia oleh tanaman sekaligus mencegah terjadinya pemadatan tanah, sehingga produktivitas dapat dijaga dan tanah pertanian tetap subur.